
Telaah Kritis Smart City dalam Perspektif Kebijakan Publik (Teoritikal dan Praktek Nyata di Kota Madiun)
oleh Maidi, Sofjan Aripin, Bambang Supriyono, Akadun
Sinopsis
Paradigma Baru: Lebih dari Sekadar Teknologi Buku ini membongkar kesalahpahaman umum yang sering mereduksi konsep Smart City (Kota Cerdas) semata-mata sebagai proyek infrastruktur teknologi dan informasi (IT). Melalui kacamata kebijakan publik, para penulis menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat pemampu (enabler). Esensi sejati dari Smart City adalah transformasi tata kelola pemerintahan (Good Corporate Governance) dan peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. Tantangan Implementasi dan Realita Birokrasi Secara kritis, buku ini menelaah gap antara teori dan realita implementasi Smart City, khususnya di Indonesia. Analisisnya menyoroti berbagai hambatan struktural, mulai dari kesiapan regulasi yang sering kali tertinggal dari inovasi, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam birokrasi, hambatan ego sektoral antar-lembaga, hingga potensi ketimpangan digital (digital divide) yang justru bisa meminggirkan kelompok rentan. Penulis mengevaluasi apakah kebijakan Smart City yang ada saat ini benar-benar menyelesaikan masalah urban yang kompleks, atau masih terjebak sebagai jargon politik belaka. Kesimpulan dan Pesan Utama Buku ini berfungsi sebagai panduan strategis sekaligus otokritik bagi pemerintah daerah, pembuat kebijakan, dan akademisi. Pesan utamanya bermuara pada satu prinsip fundamental: pembangunan Kota Cerdas harus bersifat inklusif dan berpusat pada manusia (human-centric). Sebuah kota tidak bisa dilabeli "cerdas" hanya karena kecanggihan sensor atau aplikasinya, melainkan sejauh mana kebijakan publik yang menyertainya mampu menciptakan kesejahteraan sosial, keadilan ruang, dan keberlanjutan bagi seluruh warganya.